Penting?? Nggak Penting

July 10, 2009

Friendster, facebook, forum dan msn merupakan fenomena awal abad 21. Semua orang dari atas sampai bawah tidak mengenal strata lagi bebas menggunakannya. Semua orang diberi kebebasan untuk mempost ,seperti saya menulis di blog ini diberi “hak” untuk menulis apa saja. Curhat, orasi politik, pidato, ucapan selamat, syair, puisi dan segala macam. Ditambah Blackberry, hotspot gratis lengkap sudah “menu 4 sehat 5 sempurna”.

Memang teknologi membantu banyak hal, mempercepat segala sesuatu, bahkan juga memperlambat sesuatu, dan memperumit segala sesuatu. Di tangan yang tepat informasi dapat disampaikan secara efisien dan lugas. Namun di tangan yang kurang berpengertian informasi menjadi tidak jelas , bertele-tele.

Ambil contoh sederhana, sekarang (pertengahan 09) Facebook sedang booming, asik memang bisa bertemu teman-teman , cek foto baru, memberi komentar, mencoba games dan kuis yang baru. Tapi yang membuat saya jengkel adalah salah kolom “What’s On Your Mind”. Kolom ini berada di atas  tengah. Jengkel karena banyak orang menggunakannya untuk hal-hal yang tidak berguna , tolol, menggelikan dan sepertinya bertujuan untuk mencari simpati atau perhatian orang lain.

Sebagai contoh :

Mr .X :

siapakah dia yang mencuri hatiku???? ga tau apa2 ttg deen,,,piye enak’e???hhmmmmm,,,

(siapakah dia yang mencuri hatiku?? tidak tahu apa-apa tentang dia… bagaimana baiknya?? hmmm)

Mrs.Y:

@ black canyon kemang (nama restaurant di Kemang, Jakarta Selatan)

Ms. Z : miss my mom

Mr. R : super capekkk

Ini sebenarnya pendapat pribadi, banyak tulisan diatas mencerminkan betapa dangkalnya manusia zaman sekarang, komunikasi dipakai dengan potensi yang paling dasar.Dasar dalam arti hanya menyalurkan pesan namun tidak memberikan gagasan, ide, kritik dan sebagainya.

Yang lebih berbahaya lagi, salah-salah komen/post seperti di atas, dapat dipergunakan orang lain untuk berbuat kejahatan, memang teman berpendapat “kan , hanya terbatas untuk teman saja yang bisa membacanya” tapi siapa artinya teman, penjahat yang paling jahat adalah teman yang paling baik.

Ada dua gagasan yang saya ingin bagikan:

1. Inilah manusia zaman sekarang, sering salah kaprah dengan teknologi, menggunakan teknologi tanpa memperhatikan kerusakan, kekacauan apa yang teknologi secara tidak tepat digunakan dapat mengacaukan manusia, membuktikan betapa bodohnya dan dangkalnya manusia.

2.Betapa teknologi khususnya internet sudah menjebol dinding-dinding yang membatasi pribadi satu dengan lainnya. Privacy sudah semakin menipis karena semua orang bisa mengetahui pergumulan, sukacita, perasaan, segala sesuatu yang membuat manusia unik dan hidup berbeda dengan manusia yang lain. Manusia modern adalah manusia di atas catwalk yang melenggang dengan indahnya, namun siapa sangka pakaian yang dipakai bukanlah pakaian yang sesungguhnya (busana untuk catwalk biasanya tidak bisa dipakai untuk kehidupan nyata, hanya memperagakan ide rancangan busana saja).

Advertisements

6 Juli 09

July 6, 2009

Berkomunikasi memang sulit. Aneh, kompleks, penuh makna kadang abstrak.Aku merasa semakin susah berkomunikasi dengan orang lain, keluarga bahkan diri sendiri.

Dari SD sampai sekarang aku punya beberapa teman dekat. Beberapa karena dari satu Gereja atau karena memiliki interest yang sama. Enak punya temen seperti ini, ada yang dibicarakan ada yang disharingkan, didebatkan dan ditertawakan. Tata, Berny dan Nico beberapa teman dari TK dan SD sekarang berkuliah di Salatiga, Jakarta dan Surabaya. Tata dan Nico teman gereja dan sekolah, Berny tetangga dan teman SD. Anthony sepupu, teman SMP, les dan gereja sekarang kuliah di Binus.

Masih ingat pada waktu itu aku bisa ngobrol apa saja dengan mereka, tentang games(dulu hobby komputer), musik, acara tv, mainan baru, koleksi kertas dsb. Juga dengan Lukas dan Yehezkia (QQ) teman SMA.

Sekarang diakhir tahun ketiga di NTU aku berubah, mungkin juga bawaan orang tua. Aku mengalami kesulitan berkomunikasi verbal, teman memang ada tapi tidak bisa berkomunikasi, sepertinya tidak ada bahan pembicaraan lagi. Mungkin karena beberapa hal

– Saya lebih suka memikirkan sendiri pergumulan daripada membaginya dengan orang lain. Saya merasa banyak hal yang tidak bisa dibagi dengan orang lain. Saya kuatir mereka salah mengerti saya.

– Saya merasa apa yang saya pelajari di sekolah merubah hidup saya, beberapa hal pemikiran saya bertolak belakang dengan teman. Saya belajar art dan teman2 mayoritas dari science dan bisnis.

– Bodoh saya kalau berhadapan dengan orang, sering kali lidah kelu kalau harus maju presentasi. Meski persiapan dengan samatang mungkin, tapi didepan semua kata2 hilang. Dan sering kali juga yang perkataannya tidak berurutan, tidak bermakna, bersikap tidak wajar dsb.

– Dalam benak saya, saya takut berjanji kepada orang karena saya cukup pelupa.

– Saya belajar bahwa perhatian tidak hanya diungkapkan dengan kata2. Karena sering kali perkataan kita tidak berguna, merusak dan gak jelas (GJ).

Nah, sekarang harus berbuat apa… saya juga tidak tahu.

Rahasia

June 23, 2009

Banyak hal tidak bisa diceritakan… pada teman atau saudara sekalipun.

Biarkan semua hal yang pahit maupun manis disimpan dalam hati.

Toh semuanya blm pasti.

2

June 7, 2009

Dua… berbuah dua

Manusia.. eh manusia… 

 

Lihat dia… mudahnya

Lihat saya… sudah hancur rasanya

 

Tapi dia… dua berbuah dua

Satu… dua… bukan tiga… tetap dua

 

Hai dua… bagaimana caranya?

Supaya satu… jadi dua?? 

 

Kau jawab dengan mudahnya

Ah kamu… dua berbuah dua

 

Bagaimana dua berbuah satu

Kau tak tahu… karena kamu dua berbuah dua

 

Hahahahahahah

Bahagia

June 7, 2009

Bersyukur untuk segala pergumulan kesusahan penyakit dan kehilangan

Buat kesedihan  kekecewaan penolakan dan aniaya

Karena Engkau ada di sisi koma

 

Berduka Tuhan untuk kekayaan kemakmuran  kelimpahan kesehatan dan kecantikan

Buat pesta    kotak hitam    arak dan nyanyian

Karena semuanya akan berlalu titik

 

Secukupnya saja jangan berlimpahan

Sederhana saja titik

Si Kuning dan Si Hitam

June 7, 2009

Mereka hanya duduk di trotoar

Ketika seribu menguap untuk sebuah kotak hitam.

Memang mereka hitam dan saya kuning

 

Tapi saya juga merasa hitam

Saya tidak seperti si kuning

Seribu adalah berbulan-bulan keringat

 

Apalah artinya uang 

Kalau waktu terbuang saja

 

Eh… tapi si hitam punya segalanya

Bukan uang… tapi sahabat

Yang mau duduk di tepi trotoar

Melihat seribu melayang

 

Ah, betapa bahagianya si hitam

Punya teman, pun di waktu susah

Pun di waktu sepi

 

Malangnya aku si kuning

 

 

 

-cerita tentang sebuah Sabtu malam di Scotts road, di atas jembatan layang-

Museum

June 7, 2009

Museum adalah salah satu tempat dimana semua orang berhak untuk menikmati karya seni. Tidak seperti galeri, museum biasanya non-profit. Seperti contohnya Singapore Art Museum (SAM) dan National Museum of Singapore. Keduanya memiliki koleksi tetap, eksebisi dan kegiatan lainnya.

Sungguh senang, bahwa Museum di Singapura terawat dengan baik dengan kualitas pameran kelas dunia, memiliki kurator yang cukup baik, tempat yang nyaman, tiket murah bagi pelajar dsb. Sayangnya pelajar kita khususnya pemuda tidak banyak tertarik untuk mengunjungi tempat yang satu ini. Berbeda dengan sekolah, lecture theatre and tutorial room, di sini kita bisa melihat secara langsung hasil karya seniman, bukti sejarah dsb.

Suatu reaksi mengejutkan ketika teman berkata museum adalah tempat yang asik buat pacaran. Loh, kok cuma tempat pacaran… wah ternyata orang muda sekarang sudah terputar balik otaknya… padahal di museum banyak yang bisa dipelajari. Contohnya di National Museum of Singapore ada chamber Sejarah Makanan Singapura. Disana bisa dipelajari bagaimana cara memasak masakan lokal, kondisi sosial pada zaman dahulu dan cerita dari penjual yang asli.

Chamber lain tentang fotografi, kita belajar bagaimana kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Singapura yang terekam atas kertas foto dan glass plate. Diceritakan sepasang kekasih, sang pria adalah seorang Singapura dan si gadis adalah warga Australia, mereka bertemu saat kuliah di Inggris, dan diceritakan setelah menikah bagaimana si gadis harus beradaptasi dengan pola kebudayaan China di Singapura… bagaimana uniknya cerita manusia yang beradaptasi dengan keluarga yang baru.

Sayang ya… trip kali ini tidak ada yang mau ikut. Tapi kapan-kapan kalian saya ajak lagi.

 

 

link:

http://www.nationalmuseum.sg/nms/nms_html/nms_content_6c.asp?content_template=4&content_id=22&tab_id=22&cine_id=1037&fest_id=0

 

http://www.nationalmuseum.sg/nms/nms_html/nms_content_6c.asp?content_template=4&content_id=22&tab_id=22&cine_id=1036&fest_id=0

Interval

June 7, 2009

Sekarang kembali lagi aku ke dunia maya.